Essential Psychosomatic Therapy

Psikosomatik adalah keluhan tubuh fisik yang terjadi karena pengaruh energi dari emosi tidak menyenangkan yang dialami, baik yang sedang dihadapi sekarang ataupun akumulatif sehingga mempengaruhi kesehatan fisik dan sistem kekebalan tubuh. Emotion adalah Energy in Motion, dengan kata lain, emosi adalah energi yang bergerak. Setiap memory pengalaman yang dialami memiliki muatan emosi. Jika ada pengalaman yang tidak menyenangkan yang dihadapi, maka akan muncul emosi yang tidak menyenangkan pula serta menimbulkan energy yang tidak selaras dengan tubuh. Jika tidak di release, energy emosi negative ini akan terus terperangkap dan menjadi sabotase kesehatan mulai dari kesehatan mental hingga fisik. Secara fisik, ketika seeorang sedang mengalami emosi yang tidak menyenangkan, tubuh kita juga akan memproduksi hormone kortisol yang sangat berbahaya bagi tubuh. Contohnya kesedihan akan mempengaruhi kesehatan paru-paru, perasaan takut mempengaruhi kondisi ginjal, kecemasan akan berefek pada limpa, Amarah mempengaruhi kesehatan hati, dan lain-lain.

Manfaat Psychosomatic Therapy  

Terapi Psikosomatik menawarkan manfaat :

  • Mengurangi penyakit fisik yang disebabkan oleh factor Psikologis
  • Membantu untuk mengidentifikasikan sumber penyakit fisik tersebut.
  • Mengurangi tingkat kecemasan
  • Membantu mengurangi beban pikiran

 

Bagaimana saya tahu apakah saya membutuhkan  Psychosomatic Therapy?

  • Telah didiagnosis dengan kondisi medis tertentuBeberapa kondisi medis diyakini menjadi semakin parah akibat gangguan psikosomatik.
  • Indikasi mengalami permasalahan tekanan dan mentalPenyakit psikosomatik sangat dipengaruhi oleh keadaan pikiran penderitanya. Jika keadaan pikiran sedang tidak seimbang atau stabil, potensi penderitanya terserang gangguan psikosomatik juga semakin meningkat.
  • Penyakit serius yang menyebabkan gangguan mentalSelain gangguan mental dapat menyebabkan penyakit, sebaliknya penyakit serius juga dapat membuat penderitanya mengalami gangguan mental. Misalnya, penyakit kanker dapat menyebabkan penderita menderita depresi yang menyebabkan terganggunya fungsi tubuh. Gangguan ini dapat menyebabkan gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, dan memburuknya sistem kekebalan tubuh, yang dapat memperparah penyakit yang ada atau bahkan memunculkan penyakit baru.
  • Ketika penderita merasa ragu, mereka juga cenderung menanggapi respons tubuh secara negatif dan berlebihan, terutama terhadap suatu penyakit. Jadi, semakin banyak mereka membaca tentang gejala suatu penyakit, semakin banyak pula sensasi gejala yang akan mereka rasakan pada tubuh.